Monday Reflection: SUPAYA TETAP BERAKAR: JANGAN MENARUH HARAP PADA AKAR YANG RAPUH

SUPAYA TETAP BERAKAR: JANGAN MENARUH HARAP PADA AKAR YANG RAPUH
Ayat: Yeremia 17:5–6
“Beginilah firman TUHAN: Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.”

TeoFam yang terkasih, renungan ini mengingatkan kita bahwa sebesar apa pun kekuatan manusia, tetap rapuh dan terbatas. Hidup yang hanya bersandar pada manusia atau diri sendiri bagaikan kapal Titanic yang megah, tetapi rapuh di hadapan badai kehidupan. Nabi Yeremia menegaskan bahwa hidup yang tidak berakar pada Tuhan akan seperti semak di padang gurun: kering, rapuh, dan tanpa daya. Karena itu, mari kita meninggalkan “akar yang rapuh” dan kembali berakar pada Tuhan sebagai sumber hidup sejati.

———

🌱 TO STAY ROOTED: DON’T PUT YOUR HOPE IN FRAGILE ROOTS
Verse: Jeremiah 17:5–6
“This is what the LORD says: ‘Cursed is the one who trusts in man, who draws strength from mere flesh and whose heart turns away from the LORD. That person will be like a bush in the wastelands; they will not see prosperity when it comes. They will dwell in the parched places of the desert, in a salt land where no one lives.'”
Dear TheoFam, this reflection reminds us that no matter how great human strength is, it remains fragile and limited. A life relying only on humans or oneself is like the Titanic: majestic but fragile in the face of life’s storms. Jeremiah reminds us that a life not rooted in God will be like a bush in the desert: dry, fragile, and powerless. Therefore, let us leave the “fragile roots” and be rooted again in God, the true source of life.


#ukswsalatiga#fakultasteologiuksw#nisbahimandanilmu#fosteringcreativeminority

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp