Monday Reflection: KEMERDEKAAN DALAM MENGHADAPI PENDERITAAN

KEMERDEKAAN DALAM MENGHADAPI PENDERITAAN

Ayat: Roma 8:18 “Penderitaan yang sekarang ini tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.”

TeoFam yang terkasih, kemerdekaan kita tidaklah bergantung pada keadaan di sekitar kita, melainkan pada keyakinan bahwa ada sesuatu yang jauh lebih besar yang sedang menanti. Seperti Beethoven yang tidak membiarkan ketuliannya membungkamkan kreasi musikalnya, marilah kita juga tidak membiarkan penderitaan membungkamkan iman dan pengharapan kita. Marilah kita memandang setiap kesulitan sebagai jembatan menuju janji pemenuhan kemuliaan Allah. Saat kita mengalami penderitaan, ingatlah bahwa penderitaan itu adalah sementara, sedangkan janji Tuhan adalah kekal. Biarlah harapan ini memerdekakan kita dari keputusasaan, dan memampukan kita untuk tetap teguh, bersukacita, dan menjadi saksi kebesaran-Nya di tengah dunia yang penuh pergumulan.

________

FREEDOM IN THE FACE OF SUFFERING

Verse: Romans 8:18 “The sufferings of this present time are not worth comparing with the glory that is to be revealed to us.”

Dear TeoFam, our freedom does not depend on the circumstances around us, but on the belief that something far greater is awaiting us. Just as Beethoven did not allow his deafness to silence his musical creations, let us also not allow suffering to silence our faith and hope. Let us view every difficulty as a bridge to the promise of God’s glory. When we experience suffering, remember that suffering is temporary, while God’s promise is eternal. Let this hope free us from despair and enable us to remain steadfast, joyful, and witnesses to His greatness in the midst of a world full of struggles.

#ukswsalatiga #fakultasteologiuksw #nisbahimandanilmu #fosteringcreativeminority

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp