
Salatiga, fteologi.uksw.edu – 7 mahasiswa Fakultas Teologi bersama Voice of Satya Wacana Christian University (SWCU) meraih beberapa gelar juara dalam 10 th Festival Paduan Suara Universitas Surabaya (FESPA UBAYA) yang diselenggarakan pada 6-10 Mei 2025 di Universitas Surabaya.
Para mahasiswa Program Studi Ilmu Teologi tersebut dapat menyabet empat gelar juara sekaligus dalam festival yang diadakan setiap tahun sekali itu. Bersama mahasiswa berbagai program studi (prodi) dan fakultas, para mahasiswa Fakultas Teologi tersebut mampu menjadi juara 1 kategori mixed dan juara 1 kategori pop/jazz. Di samping itu mereka terpilih sebagai Best Programme, dan menjadi Grand Champion pada kejuaraan yang diikuti 34 paduan suara dari berbagai wilayah di Indonesia.
7 mahasiswa Fakultas Teologi yang tergabung dalam tim Voice of SWCU untuk terlibat dalam kejuaraan tersebut antara lain Natalia Angel Malubala, Grinalda Masya Eipepa, Yufrian Latumahina, Rifki Yohanes Palandeng, Albert Stefanus Waruwu, Allensia Sanam, dan Aris Bero.
Untuk menjadi pemenang dalam beberapa kategori pada saat yang sama, bukanlah hal mudah. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu mahasiswa Ilmu Teologi, Allensia Imel Halena Sanam. Dirinya harus benar-benar efektif dalam membagi waktu untuk berlatih, dan kuliah.
“Untuk bisa di titik ini, kesulitan yang paling banyak ditemukan adalah soal pembagian waktu. Terlebih bagi saya yang terlibat dalam dua kategori Pop/Jazz dan mixed category. Setidaknya saya harus mengalokasikan waktu 2 kali lebih banyak dari pada teman yang mengikuti 1 kategori,” tutur mahasiswa angkatan 2023 tersebut.
Terlebih, mengutip Allen, setidaknya ada 7 lagu yang harus dipelajari dan dipahami tentang dinamika lagu tersebut. Selain itu, tantangan yang dihadapi lainnya ialah dari sisi bahasa lagu yang dibawakan.
“Kami harus belajar dan memahami bahasa dan pelafalan lagu yang dibawakan. Setidaknya ada 4 bahasa dari lagu-lagu yang ditampilkan, seperti Bahasa Inggris, Bahasa Latin, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Prancis,” jelas Allen Jumat, 16 Mei 2025.
Senada dengan penjelasan Allen, bagi Natalia Angel Malubala. Menurutnya, untuk bisa meraih beberapa juara dalam satu perlombaan perlu adanya kerja sama dan ketekunan dalam persiapan sebelum mengikuti kejuaraan.
“Kunci dari apa yang kita raih bersama adalah tekad, konsistensi dalam persiapan. Tidak kalah penting dan menurut saya paling utama adalah kita juga harus mengandalkan Tuhan sekaligus tetap rendah hati,” tutur mahasiswi yang akrab dipanggil Angle tersebut.
Pasca memenangkan perlombaan ini, para mahasiswa Fakultas Teologi tersebut berharap tetap rendah hati dan terus berupaya untuk berkembang dengan cara terus bisa mengikuti kompetisi. Hal tersebut disampaikan oleh, Albert Stefanus Waruwu.
“Pasca ini, kami berharap bisa tetap berkarya dan mengikuti kompetisi di tingkat nasional ataupun di kancah internasional. Di sisi lain, saya pribadi berharap, anugerah yang diberikan Tuhan dapat diaplikasikan untuk berkontribusi pada saat kembali ke jemaat dan pelayanan kepada-Nya,” pungkas mahasiswa dari Nias tersebut.